Spiritual Well-Being Scale (SWBS)

Bagaimana Kesejahteraan Kehidupan Anda?

Ilustrasi SWBS

Kesejahteraan kehidupan didefinisikan dengan kondisi kehidupan seseorang secara keseluruhan, bukan emosi atau perasaan sesaat. Hal ini mencakup tidak hanya tercapainya kebutuhan dasar, namun juga tercapainya impian, makna kehidupan, serta hubungannya dengan Tuhan. Kesejahteraan kehidupan terkait erat dengan religiusitas dan spiritualitas seseorang yang dapat berdampak pada kesehatan kedepannya.

Petunjuk Pengisian

  1. Metode: diisi secara mandiri.
  2. Jawablah semua pertanyaan sesuai dengan kondisi yang Anda alami atau rasakan saat ini.
  3. Setiap jawaban yang dipilih akan secara otomatis dikalkulasikan skornya.
  4. Semakin jujur dan sesuai dengan yang Anda rasakan, maka hasil tes ini akan semakin akurat.
  5. Pastikan semua pertanyaan sudah terjawab. Jika sudah, klik tombol Cek Hasil Test di bagian bawah.
  6. Selamat Mengerjakan!
Jenis Kelamin

Pertanyaan Asesmen


1 Saya kurang mendapat kepuasan dalam berdoa pribadi kepada Tuhan

2 Saya tidak tahu siapa diri saya, dari mana saya berasal atau kemana saya akan pergi

3 Saya percaya bahwa Tuhan menyayangi dan menjaga saya

4 Saya merasa bahwa hidup ini merupakan pengalaman berharga

5 Saya merasa bahwa Tuhan tidak terpengaruh oleh saya dan tidak peduli dengan apa yang saya lakukan sehari-hari

6 Saya merasa masa depan saya tidak menentu

7 Saya memiliki hubungan yang penuh makna dengan Tuhan

8 Saya merasa terpenuhi dan puas dengan hidup saya

9 Saya tidak merasa mendapatkan cukup kekuatan dan dukungan dari Tuhan saya

10 Saya merasa cukup nyaman dengan arah masa depan saya

11 Saya percaya bahwa Tuhan peduli dengan masalah saya

12 Saya tidak terlalu menikmati hidup

13 Saya tidak memiliki kedekatan pribadi yang memuaskan dengan Tuhan saya

14 Saya merasa yakin dengan masa depan saya

15 Kedekatan saya dengan Tuhan membantu saya untuk tidak merasa kesepian

16 Saya merasa bahwa hidup penuh dengan konflik dan ketidakbahagiaan

17 Saya merasa paling terpenuhi ketika saya dapat berkomunikasi akrab dengan Tuhan

18 Hidup tidak memilki banyak arti

19 Kedekatan saya dengan Tuhan mempengaruhi kenyamanan hidup saya

20 Saya percaya bahwa ada tujuan nyata untuk hidup saya